macam macam pelengkap busana
Padapakaian adat Sumbar terdapat sebuah penutup kepala sebagai pelengkap pakaian yang disematkan yang disebut tingkuluak atau tengkuluk. Tengkuluk (penutup kepala) berbentuk mirip dengan kepala kerbau. Demikian 3 Macam Pakaian Adat Sumatera Barat, semoga menjadi informasi budaya nusantara. Cari informasi lebih banyak:
Mendesainbermacam-macam model busana sesuai kesempatan, serta penyelesaian desain secara sederhana. F. Kompetesi Membuat gambar anatomi dengan bermacam-macam gerak, mendesain busana pelengkap busana serta assesoris yang sesuai dengan penampilan gaya busana tersebut. Menurut Gloria Mortiner Dunn (1974 : 1 ). "Any one can design clothes, but
Bahanpelengkap/garnitur busana adalah semua jenis bahan yang digunakan untuk melengkapi suatu busana atau lenan rumah tangga. Menurut fungsinya bahan pelengkap dapat dikelompokkan sebagai berikut: - macam macam bahan utama tekstil 1) Menyempurnakan; sebagai bahan pelapis, pengisi, dan pembentuk antara rambut kuda, spons, fliselin dan bantal
Pengertianbarang ekonomi adalah jenis alat pemuas kebutuhan manusia yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kebutuhan manusia itu sendiri dan untuk memperolehnya dibutuhkan pengorbanan tertentu. Pengorbanan ini biasanya dalam bentuk biaya. Contoh barang ekonomi diantaranya rumah, sepatu, emas, lemari, laptop, dan lain
Tlp0858-5489-1389 | grosir tudung | Konveksi hijab astrida memproduksi berbagai macam jilbab dari bahan kain kaos TC dan Jersey yang berkwalitas serta banyak pilihan warna dan model. Koveksi hijab astrida melayani penjualan jilbab ecer maupun grosir dan
Wo Treffen Sich Singles In Stuttgart. Bahan tambahan/pelengkap membuat busana Bahan tambahan/pelengkap membuat busana bahan tambahan busana - Bahan tambahan/pelengkapBahan tambahan/penunjang sama pentingnya dengan bahan utama pada pembuatan busana. Bahan penunjang meliputi 1. Macam-macam Pelapis/pengeras Bahan pelapis underlying adalah bahan yang terletak di bawah bahan utama garment fabric yang fungsinya antara lain Untuk mencegah tembus pandang Untuk memperbaiki bentuk/jatuhnya busana dan bagian-bagian busana Untuk menghasilkan/mendinginkan Untuk menghindari rasa gatal Untuk menutup kampuh-kampuh/penyelesaian Untuk memperindahDalam hal pemakaian, bahan pelapis dapat dibagi atas empat macam Underlining bahan pelapis utama Interfacing bahan pengeras atau pembentuk Interlining bahan untuk penghangat Lining pelapis yang tersentuh dengan kulit atau voering2. Bahan pengisi/pembentukBahan pengisi yaitu bahan untuk memberi bentuk tertentu pada busana, sehingga kekurangan bentuk bahan dapat dikurangi misalnya penggunaan bentuk bahan, pembentuk panggul dan pembentuk yaitu bahan pembantu untuk memberi bentuk bagian busana yang diinginkan atau menyesuaikan dengan desain lainnya Untuk membentuk lengan filipine digunakan kain tula Untuk membentuk strep less digunakan balen3. Bahan Pelengkap/garniturBahan pelengkap/garnitur busana yang tepat juga sangatlah penting untuk membuat busana itu indah dan baik bahan pelengkap/garnitur dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu1. Bahan pelengkap/garnitur yang fungsi utamanya adalah untuk memudahkan menggunakan dan melepas busana seperti kancing, tutup tarik, nylon tape, gesper, Bahan pelengkap/garnitur yang tujuannya untuk memperindah, sehingga menambah nilai atau mutu suatu busana, yaitua. Macam-macam rendab. Macam-macam pita hiasc. Macam-macam bahan lekapand. Macam-macam kancinge. Macam-macam benang Bahan untuk melengkapi dan menghias, yaitu a. Macam-macam rendab. Macam-macam pita hiasc. Macam-macam bahan lekapand. Macam-macam kancinge. Macam-macam benanga. RendaRenda dapat dibuat dengan tangan atau mesin. Bahan terbuat dari kapas, rayon dan nylon. Beberapa macam renda seperti- Renda festonMempunyai dasar tenunan. Ukurannya sempit dan tepinya berbentuk ringgit-ringgit dengan penyelesaian tusuk Renda bordirRenda bordir juga mempunyai dasar tenunan. Ukuran dari sempit sampai lebar, tepinya berbentuk ringgit-ringgit, diselesaikan dengan tusuk balut dan dibagian dalam terdapat motif bunga dan lubang. Lubang ini dibuat dengan cara dietsa. Bahan berasal dari kapas dan kapas digunakan utnuk menghias bahan dari kapas dan nilon digunakan untuk menghias bahan dari nilon. Karena sebagian bahan renda tidak dihias, maka pemasangannya tanpa menggunakan bahan pembantu. Bagian yang tidak dihias dijahit pada pakaian, kemudian dilipat dan umumnya renda nilon dipakai untuk menghias pakaian anak dan wanita, renda dari bahan kapas untuk menghias pakaian dalam seperti celana dalam, petty coat, bebe dalam, camisol. Juga untuk lenan rumah Renda dari kapas dan nylon. Pembuatannya dengan mesin khusus. Terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian yang merupakan dasar yang menyerupai tula. Sifatnya halus, tembus terang, karena dibuat dari dasar yang renggang. Digunakan untuk menghias pakaian anak dan wanita, serta lenan rumah Pita hiasDitenun dengan teknik dilengkang dan songket. Pita hias mempunyai tenunan dasar ini terdapat hiasan tenunan timbul pada permukaan tenunan. Asal bahannya dari kapas, rayon, benang perak atau emas. Motif, warna dan ukuran lebar dapat bermacam-macam. Digunakan untuk menghias pakaian anak, wanita/pria dan lenan rumah tangga. Termasuk pula dalam golongan ini adalah pita biku-biku gigi anjing, pita hias dari rayon dengan tenunan polos dengan warna dan ukuran lebar yang bermacam-macam, serta Bahan lekapanLekapan ditempelkan pada pakaian dengan tusuk hias dijahit dan ditempel pada perekat. Menempel lekapan ini harus sesuai dengan warna pakaian yang dihiasi, juga motif dan tebal tipisnya bahan lekapan yang dipilih harus sesuai. Bahan lekapan dapat juga dari bisban yang dilekatkan dengan tusuk-tusuk KancingBentuk kancing dan warna disesuaikan dengan pakaian yang akan dihiasi. Bentuknya ada yang berkaki dan ada yang tidak berkaki. Yang tidak berkaki mempunyai lubang 2 atau 4, dan memasangnya perlu diberi kaki agar rumah kancing tidak terbuka lebar. Termasuk dalam golongan kancing adalah manik-manik, payet, BenangBenang dapat juga digunakan untuk hiasan, yaitu berupa lekapan benang dan setikan luar. Pilihlah benang sulam yang ukurannya lebih besar untuk lekapan dan benang jahit biasa atau benang jahit yang warnanya berlainan serta ukuran yang lebih besar untuk hiasan yang berupa setikan pelengkap busanacontoh bahan interliningcontoh bahan pelapis liningtujuan menggunakan bahan pelapisfungsi bahan pelapispengertian bahan utama pada busanabahan furing yang bagusjual bahan trikotDengan adanya informasi yang kami sajikan tentang bahan tambahan busana, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Masalah mesin jahit Benang bawah tak lekat . Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas mesin jahit
Bahan tambahan/pelengkap Bahan tambahan/penunjang sama pentingnya dengan bahan utama pada pembuatan busana. Bahan penunjang meliputi 1. Macam-macam Pelapis/pengeras Bahan pelapis underlying adalah bahan yang terletak di bawah bahan utama garment fabric yang fungsinya antara lain Untuk mencegah tembus pandang Untuk memperbaiki bentuk/jatuhnya busana dan bagian-bagian busana Untuk menghasilkan/mendinginkan Untuk menghindari rasa gatal Untuk menutup kampuh-kampuh/penyelesaian Untuk memperindah Dalam hal pemakaian, bahan pelapis dapat dibagi atas empat macam Underlining bahan pelapis utama Interfacing bahan pengeras atau pembentuk Interlining bahan untuk penghangat Lining pelapis yang tersentuh dengan kulit atau voering 2. Bahan pengisi/pembentuk Bahan pengisi yaitu bahan untuk memberi bentuk tertentu pada busana, sehingga kekurangan bentuk bahan dapat dikurangi misalnya penggunaan bentuk bahan, pembentuk panggul dan sebagainya. Bahan pembentuk yaitu bahan pembantu untuk memberi bentuk bagian busana yang diinginkan atau menyesuaikan dengan desain lainnya Untuk membentuk lengan filipine digunakan kain tula Untuk membentuk strep less digunakan balen 3. Bahan Pelengkap/garnitur Bahan pelengkap/garnitur busana yang tepat juga sangatlah penting untuk membuat busana itu indah dan baik penempatannya. Fungsi bahan pelengkap/garnitur dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu 1. Bahan pelengkap/garnitur yang fungsi utamanya adalah untuk memudahkan menggunakan dan melepas busana seperti kancing, tutup tarik, nylon tape, gesper, elastik. 2. Bahan pelengkap/garnitur yang tujuannya untuk memperindah, sehingga menambah nilai atau mutu suatu busana, yaitu a. Macam-macam renda b. Macam-macam pita hias c. Macam-macam bahan lekapan d. Macam-macam kancing e. Macam-macam benang Bahan untuk melengkapi dan menghias, yaitu a. Macam-macam renda b. Macam-macam pita hias c. Macam-macam bahan lekapan d. Macam-macam kancing e. Macam-macam benang a. Renda Renda dapat dibuat dengan tangan atau mesin. Bahan terbuat dari kapas, rayon dan nylon. Beberapa macam renda seperti - Renda feston Mempunyai dasar tenunan. Ukurannya sempit dan tepinya berbentuk ringgit-ringgit dengan penyelesaian tusuk feston. - Renda bordir Renda bordir juga mempunyai dasar tenunan. Ukuran dari sempit sampai lebar, tepinya berbentuk ringgit-ringgit, diselesaikan dengan tusuk balut dan dibagian dalam terdapat motif bunga dan lubang. Lubang ini dibuat dengan cara dietsa. Bahan berasal dari kapas dan nylon. Bahan kapas digunakan utnuk menghias bahan dari kapas dan nilon digunakan untuk menghias bahan dari nilon. Karena sebagian bahan renda tidak dihias, maka pemasangannya tanpa menggunakan bahan pembantu. Bagian yang tidak dihias dijahit pada pakaian, kemudian dilipat dan diselesaikan. Pada umumnya renda nilon dipakai untuk menghias pakaian anak dan wanita, renda dari bahan kapas untuk menghias pakaian dalam seperti celana dalam, petty coat, bebe dalam, camisol. Juga untuk lenan rumah tangga. - Renda air. Dibuat dari kapas dan nylon. Pembuatannya dengan mesin khusus. Terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian yang merupakan dasar yang menyerupai tula. Sifatnya halus, tembus terang, karena dibuat dari dasar yang renggang. Digunakan untuk menghias pakaian anak dan wanita, serta lenan rumah tangga. b. Pita hias Ditenun dengan teknik dilengkang dan songket. Pita hias mempunyai tenunan dasar ini terdapat hiasan tenunan timbul pada permukaan tenunan. Asal bahannya dari kapas, rayon, benang perak atau emas. Motif, warna dan ukuran lebar dapat bermacam-macam. Digunakan untuk menghias pakaian anak, wanita/pria dan lenan rumah tangga. Termasuk pula dalam golongan ini adalah pita biku-biku gigi anjing, pita hias dari rayon dengan tenunan polos dengan warna dan ukuran lebar yang bermacam-macam, serta bisban. c. Bahan lekapan Lekapan ditempelkan pada pakaian dengan tusuk hias dijahit dan ditempel pada perekat. Menempel lekapan ini harus sesuai dengan warna pakaian yang dihiasi, juga motif dan tebal tipisnya bahan lekapan yang dipilih harus sesuai. Bahan lekapan dapat juga dari bisban yang dilekatkan dengan tusuk-tusuk hias. d. Kancing Bentuk kancing dan warna disesuaikan dengan pakaian yang akan dihiasi. Bentuknya ada yang berkaki dan ada yang tidak berkaki. Yang tidak berkaki mempunyai lubang 2 atau 4, dan memasangnya perlu diberi kaki agar rumah kancing tidak terbuka lebar. Termasuk dalam golongan kancing adalah manik-manik, payet, mute. e. Benang Benang dapat juga digunakan untuk hiasan, yaitu berupa lekapan benang dan setikan luar. Pilihlah benang sulam yang ukurannya lebih besar untuk lekapan dan benang jahit biasa atau benang jahit yang warnanya berlainan serta ukuran yang lebih besar untuk hiasan yang berupa setikan luar.
Macam-Macam Bahan Pelengkap Busana bahan pelengkap busana - Mengenal berbagai macam bahan pelengkap busana dari kursus jahit. Baik sebagai unsur dekoratif atau fungsional garnitur harus dirancang sebagai bagian dari busana. Pada kursus jahit dikenal berbagai macam garnitur busana. Diantaranya aplikasi, badge, bunga korsase, bulu burung, bisban, pita, dan juga renda. Selain itu pada kursus jahit masih banyak lagi bahan yang digunakan sebagai pelengkap busana sebagai unsur dekoratif antara lain bantalan bahu, kom, balein, payet dan manik-manik. Pemilihan Bahan Busana / Tekstil Gambar lainnya untuk bahan pelengkap busana Kain yang beredar di pasaran banyak jenis dan kualitasnya. Selendang Batik Balita Sebagai orang yang berkecimpung di bidang busana, kita harus dapat memilih bahan tekstil sesuai dengan yang dibutuhkan. Agar tidak keliru dalam memilih bahan maka kita harus mempunyai pengetahuan tentang bahan mempelajari pengetahuan bahan tekstil ini adalah 1 untuk mengetahui asal bahan,2 untuk mengetahui sifat-sifat bahan dan pemeliharaannya,3 supaya dapat membedakan bahan tiruan dengan bahan yang asli, dan4 agar dapat menyesuaikan atau memilih bahan sesuai dengan waktu, tempat, kegunaan dan kesempatan tentang tekstil yang akan dijelaskan dalam bab ini meliputi pengetahuan tentang bahan utama busana, bahan pelapis dan bahan pelengkap busana. Pengetahuan ini merupakan pengetahuan dasar dalam pembuatan busana. 1. Bahan Utama Busana Pakaian yang baik ditentukan oleh pemilihan dan pemakaian bahan tekstil yang tepat. Terkadang kita kecewa terhadap hasil pakaian yang dibuat karena menggunakan bahan yang tidak atau kurang sesuai dengan model yang pakaian yang berbeda tentunya menuntut pemakaian bahan yang berbeda pula. Untuk itu bahan yang akan digunakan hendaklah dipilih dengan pertimbangan yang matang sesuai dengan model yang diharapkan. a. Teknik memilih bahan tekstil Bahan utama busana yang dimaksud disini adalah bahan tekstil berupa kain yang menjadi bahan pokok pembuatan busana. Bahan atau kain yang diperdagangkan beragam jenis dan kualitasnya, ada yang tipis, sedang dan ada yang dapat memilih dan membeli bahan yang tepat sesuai dengan yang diharapkan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan diantaranya yaitu 1. Memilih bahan yang sesuai dengan Memilih bahan yang sesuai dengan pemakai3. Memilih bahan yang sesuai dengan kesempatan2. Bahan Pelapis lining dan interlining Bahan pelapis secara garis besar dapat dibagi atas 2 kelompok yaitu lining dan Liningb. Interlining 3. Bahan Pelengkap Bahan pelengkap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan busana yang akan di buat. Bahan pelengkap dapat berupa benang jahit dan benang hias, zipper atau ritsluiting, kancing, pita, renda, hak atau kancing kait dan Benangb. Pita dan rendaPita tersedia dalam beberapa ukuran dan warna. Ada yang lebarnya ¼ cm, ½ cm, 1 cm, 2 cm dan 3 cm. Pita ini juga terbuatdari bahan yang berbeda dengan warna yang beraneka, mulai dari warna perak, emas, dan warna-warna pada umumnya. Pita digunakan sebagai bahan untuk menghias busana, baik busana anak maupun busana orang dewasa. Pada busana anak, pita umumnya dibuatkan bunga atau bahan untuk ikat pinggang, sedangkan pada busana wanita dewasa atau busana remaja pita bisa dibuatkan sulaman dengan teknik sulaman tersedia dalam aneka bahan dan model. Renda dari bahan katun digunakan untuk menghias busana dari bahan katun pula dan sebaliknya. Renda yang terbuat dari bahan sintetis seperti renda organdi lebih cocok digunakan untuk busana yang berbahan sama dengan renda sehingga terlihat kesatuannya dengan bahan Kancingd. Zipper ritsluitingbuka mesin jahit adanya informasi yang kami sajikan tentang bahan pelengkap busana, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Membuat Bros Kain Flanel Mawar. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
bahan pelengkap / garnitur busana macam macam bahan pelengkap - B. Bahan Pelengkap/Garnitur BusanaBahan pelengkap/garnitur busana adalah semua jenis bahan yang digunakan untuk melengkapi suatu busana atau lenan rumah tangga. Menurut fungsinya bahan pelengkap dapat dikelompokkan sebagai berikut- macam macam bahan utama tekstil 1 Menyempurnakan; sebagai bahan pelapis, pengisi, dan pembentuk antara rambut kuda, spons, fliselin dan bantal Melengkapi/Menghias, antara lain;a Macam-Macam Kancingb Macam-Macam Pitac Macam-Macam Rendad Macam-Macam Benange Macam-Macam Bahan Aplikasi- apa yang dimaksud bahan pelengkap a. Benang Benang adalah sebuah serat yang panjang, digunakan untuk pemroduksian tekstil, penjahitan, crocheting, knitting, penenunan, dan pembuatan tambang. Benang dapat dibuat dari banyak fiber sintetik atau alami. Benang dapat dibuat dari beragam fiber alami seperti wol, alpaca, wol Angora, katun, sutra, bambu, hemp, dan soy. Benang yang kurang umum termasuk dibuat dari onta, yak,possum, kucing, anjing, serigala, kelinci, kerbau, dan bahkan bulu ayam kalkun. Benang komersial lebih sering dibuat dari fiber sintetik atau sebuah kombinasi dari fiber sintetik dan alami- pelengkap busana milineris b. Pita dan rendaPita tersedia dalam beberapa ukuran dan warna. Ada yang lebarnya ¼ cm, ½ cm, 1 cm, 2 cm dan 3 cm. Pita ini juga terbuatdari bahan yang berbeda dengan warna yang beraneka, mulai dari warna perak, emas, dan warna-warna pada umumnya. Pita digunakan sebagai bahan untuk menghias busana, baikbusana anak maupun busana orang dewasa. Pada busana anak, pita umumnya dibuatkan bunga atau bahan untuk ikat pinggang, sedangkan pada busana wanita dewasa atau busana remaja pita bisa dibuatkan sulaman dengan teknik sulaman pita. - jenis jenis pelengkap busana Renda tersedia dalam aneka bahan dan model. Renda dari bahan katun digunakan untuk menghias busana dari bahan katun pula dan sebaliknya. Renda yang terbuat dari bahan sintetis seperti renda organdi lebih cocok digunakan untuk busana yang berbahan sama dengan renda sehingga terlihat kesatuannya dengan bahan KancingKancing atau buah baju adalah alat kecil berbentuk pipih, dan bundar yang dipasangkan dengan lubang kancing untuk menyatukan dua helai kain yang bertumpukan, atau sebagai ornamen. Selain berbentuk bundar, kancing juga dibuat dalam berbagai bentuk seperti bulat,persegi, dan kancing dibuat dengan melubangi kain dan menjahit pinggirannya dengan jarum tangan atau mesin jahit. Bergantung jenis bukaan, celah lubang kancing dapat dibuat horizontal atau vertikal. Kancing tertahan setelah dimasukkan ke dalam lubang kancing karena jahitan kancing terjerat pinggiran lubang kancing. bahan tambahan busana Bahan yang paling umum untuk kancing adalah plastik keras. Selain itu, kancing dibuat dari bahan-bahan sintetis lainnya seperti seluloid,gelas, logam, dan bakelit, atau bahan-bahan alami seperti tanduk, tulang, gading, kerang, kancing merupakan bagian dari desain busana. Kancing dapat dipasang di bagian muka tengah kemeja, jas, blus, kebaya, bagian belakang gaun, ujung lengan kemeja dan jas, atau bahu epolet. Pada belahan baju wanita, kancing dipasang di sisi kiri dan lubang kancing di sisi kanan. Sebaliknya, kancing baju pria berada di sisi kanan dan lubang kancing di sisi kiri. Sehelai pakaian umumnya dipasangi kancing-kancing dengan bentuk, ukuran, warna, dan motif yang faktor yang dapat merusak bahan pangan 1. Macam-macam kancing • Kancing lubang dua, kancing lubang empat - fungsi bahan pelengkap dalam kerajinan tekstil Di permukaan kancing terdapat lubang-lubang tempat lewat jalur benang jahitan. Kancing seperti ini dapat dipasang dengan jahitan tangan atau mesin jahit.• Kancing jepret kancing tekan atau kancing hakKancing jenis ini terdiri dari dua bagian bagian cembung dan bagian cekung. Kedua bagian mengunci bila ditekan, dan terlepas bila ditarik.• Kancing bungkusKain digunakan untuk membungkus kancing. Lubang untuk jalur benang berada di bagian belakang kancing.• Kancing sengkelitKancing dipasangkan dengan rumah kancing berupa sengkelit dari lipatan kain. Kain tidak dilubangi untuk lubang kancing sehingga sesuai untuk kain tipis.• Kancing cinaKancing dan rumah kancing dibuat dari simpul-simpul tali contoh bahan utamad. Zipper ritsluitingResleting atau zipper rata rata hadir yang merupakan pelengkap busana biar tak terbuka. Benda satu ini kerap diabaikan keindahannya & cuma di lihat dari segifungsinya saja. Padahal, resleting pun sanggup tampil juga sebagaihiasan atau accessories pemanis busanaDengan adanya informasi yang kami sajikan tentang macam macam bahan pelengkap, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang produk kerajinan fungsional . Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas mesin jahit
Bahan pelengkap dan utam busana macam-macam bahan baku busana bahan utama dan bahan pelengkap/tambahanbahan pelapis dan garnitur Kancing mempunyai model dan ukuran yang bervariasi. Selain berfungsi sebagai penutup belahan, kancing juga bisa dipakai sebagai hiasan atau asessoris. Dalam memilih kancing hendaknya disesuaikan dengan pakaian atau busana yang kita buat. dan Renda -Pita Pita sebagai bahan pelengkap busana tersedia dalam berbagai warna dan ukuran juga terbuat dari beberapa jenis bahan. Contohnya pita organdi terbuat dari bahan organdi, pita satin terbuat dari bahan satin. Ukuran pita sangat bervariasi dari 0,5 cm sampai 3cm, warnanya juga sangat beraneka ragam. Selain bahan polos, pita juga banyak yang terbuat dari bahan yang bermotif atau disebut dengan pita busana anak pita umumnya dibuat bunga sebagai aksesoris atau untuk ikat pinggang. Sedangkan pada busana wanita dewasa atau busana remaja pita digunakan sebagai bahan sulaman yang disebut dengan teknik sulaman pita. -Renda Renda tersedia dalam beraneka bahan dan model. Renda yang berasal dari bahan katun digunakan untuk menghias busana dari bahan katun pula. Berikut contoh blus muslim berhias renda yang terbuat dari bahan sintetis seperti renda organdi lebih sesuai digunakan untuk busna yang berbahan sintetis juga sehingga terlihat kesatuannya dengan bahan pakaian. Selain itu benang yang digunakan hendaklah disesuaikan dengan serat bahan, ketebalan bahan serta jenis setikan yang diinginkan. Benang yang digunakan sebaiknya mempunyai asal serat yang sama dengan bahan yang akan dijahit. Misalnya benang dari serat alam hendaklah digunakan untuk menjahit bahan yang dari serat alam pula, begitu juga dengan benang dari serat sintetis digunakan untuk menjahit bahan dari serat sintetispula. Postingan populer dari blog ini Pola sistem meyneke Pola Dasar Badan Sistem Meyneke Keterangan Bagian Depan A - B = 1/4 L. Badan + 1 cm. A-D = P. Muka D - E = 1/6 L. Leher + 2,5 cm E - F = 1/6 L. Leher + 1 cm, datar teruskan ke G G - H = 1/3 P. Bahu, tarik garis datar sebagai pertolongan 17 F - L = P. Bahu, dan L harus jatuh pada garis datar pertolongan. Tara garis F-L terus ke sisi, dapat titik L' L' - L" = Ukur 1/2 P. Bahu + 1 cm Sedangkan F - K diukur 1/2 P Bahu -1 cm. D - D' = 4 atau 5 cm D' - D" = 1/2 L. Muka, melampaui jarak lipit kup B - B' = P. Sisi A - A' = 1/10 L. Pinggang M-M' = 1/4 L. Pinggang + 1 cm dikurang A-A'. Garis lipit bahu disamakan dengan titik K dinaikkan 0,5 cm. Lubang lengan di sisi, dapat diturunkan untuk diperbesar 2 atau 3 cm Bagian Belakang B - C = 1/4 L. Badan -1 cm C - N = P. Punggung N - N' = 1/6 L. leher + 1 cm N' - 0 = 1 cm G '- H' = 1/3 P. Bahu O - P = Panjang Bahu + 1 cm boleh tidak pakai lipit di Pola so-en Sistem pola so-en Skala 1/4 Pola metode Soen yaitu menggambar atau membuat gambar pola baju berdasarkan cara dari Bunka Fashion College dan sistem Dressmaking dari sekolah Dressmaker Jogakuin sekarang Dressmaker Gakuin. Sekolah menjahit baju Barat untuk anak dan wanita yang didirikan Isaburō Namiki pada 1919 dan seiring perkembangan Bunka Fashion Collage membuat majalah So-En yang memuat pola pakaian kreasi desainer lulusan Bunka Fashion College. So-En majalah pertama kali terbit pada 1936, sampai 2005, So-En terbit sebagai majalah yang memuat cara membuat pola dan menjahit pakaian. Setelah itu, So-En berlanjut sebagai majalah industri busna
macam macam pelengkap busana