lukisan kemanunggalan tni dan rakyat
KodamJaya, Kota Bekasi – Dalam rangka menjalin sinergitas dengan tokoh masyarakat dan tokoh Intelektual, Danramil 03/Teluk Pucung Kodim 0507/Bekasi Kapten Inf Tomi Abdullah Melakukan Anjangsana sekaligus Silaturahmi Dengan Rektor Kampus Universitas Bhayangkara, pada hari Rabu (29/6/2022), bertempat di Jl. Perjuangan.Rt 01/02 Kel
Akibatsegenap pihak merasa kedaulatan bangsa terancam maka wejangan Jenderal Besar Soedirman tentang kemanunggalan TNI dengan rakyat dengan sendirinya serta-merta terwujud menjadi kenyataan. Selaras makna adiluhur terkandung pada sila poros Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Misteri Lukisan Calon Presiden Dibanderol Rp 5 Miliar. Cikarang
Baca: Kodim 0732/Sleman Karya Bakti, Wujud Kemanunggalan TNI dan Masyarakat Sementara Ketua PHDI Kabupaten Sleman, Anak Agung Alit Mertayasa, mengaku bahagia dengan adanya krematorium TPU Madurejo ini. Ia menjelaskan bahwa umat Hindu di DIY, khususnya di Kabupaten Sleman, telah lama menginginkan bisa memiliki krematorium sendiri, sehingga
SUBANG TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 0605/Subang Tahun Anggaran 2020 yang telah ditutup pada Rabu (29/07/2020) merupakan program kerjasama lintas sektoral dalam hal ini Kodim 0605/Subang dengan Pemerintah Kabupaten Subang yang melibatkan beberapa unsur diantaranya dari TNI, instansi daerah dan masyarakat dengan
Sebelummengakhiri amanatnya, Danrem juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh komponen masyarakat apabila ada prajurit TNI yang selama melakukan tugas dalam kegiatan TMMD ini melakukan tindakan dan perilaku yang kurang menyenangkan dan kurang tepat sehingga merugikan masyarakat "Akhirnya dengan memohon ridho tuhan yang maha kuasa,
Wo Treffen Sich Singles In Stuttgart. Ciamis - Puluhan pelajar di Ciamis mengisi kemerdekaan Indonesia dengan mengikuti lomba melukis. Lomba melukis tersebut mengusung tema kemanunggalan TNI dengan rakyat melukis ini digelar Kodim 0613 Ciamis Selasa 14/8/2018. Berbekal kanvas dan cat yang telah disediakan, sebanyak 25 pelajar dari perwakilan setiap Koramil di wilayah Ciamis dan Pangandaran menunjukan kebolehannya dalam Nia Kurniasi, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kawali yang melukis anggota TNI sedang membantu memadamkan kebakaran yang menimpa rumah warga. Sehingga kerjasama antara warga dengan TNI dapat memadamkan kebakaran tersebut. "Dulu perjuangan TNI itu melawan penjajah sampai Indonesia merdeka, sekarang TNI lebih dekat dengan masyarakat, membantu masyarakat. Tentunya ini bisa memberkuat persatuan untuk bangsa yang sejahtera," ujar Nia saat ditanya disela-sela HUT RI yang ke 73 tahun ini, Nia berharap bangsa Indonesia bisa lebih sejahtera. Sebagai pelajar, dalam mengisi kemerdekaan tentunya harus lebih giat belajar."Sebagai pelajar dalam mengisi kemerdekaan ini tentu tugasnya belajar, suatu saat nanti kami bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik," jelas lomba melukis kemanunggalan TNI dengan rakyat Foto Dadang HermansyahSementara siswa lainnya, Tina, melukis dengan menggambarkan anggota TNI tengah ikut membantu panen di ladang masyarakat. Menurutnya, dengan adanya bantuan dari anggota TNI akan lebih meringankan beban para petani. Sehingga pekerjaan lebih cepat selesai, selain itu kedekatan antara TNI dan rakyat terjaga dengan baik."Semoga ke depannya, anggota TNI tetap dekat dengan rakyat. Sehingga kami sebagai rakyat dapat merasa aman dan nyaman," ujar itu, Kasdim 0613 Ciamis Mayor Inf Nurohman mengatakan lomba melukis sengaja digelar untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 73. Tujuannya untuk membangun kebersamaan kemanunggalan TNI dengan rakyat."Kegiatannya ada dua, melukis dan lomba tari, kami ingin meningkatkan dan menumbuhkan budaya-budaya di daerah. Ini juga sebagai langkah untuk menanamkan rasa nasionalisme dan mencegah radikalisme," ujar NurohmanTonton juga video 'Ada Spanduk HUT RI dari Bungkus Kopi'[GambasVideo 20detik] mud/mud
Sebagai bentuk rasa solidaritas dan kepedulian sesama manusia serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Korem 152/Babullah bekerja sama dengan unsur terkait membantu masyarakat tidak mampu dalam mendirikan/renovasi rumah sebagai tempat tinggal. Salah satunya adalah renovasi rumah Sdri. Marliah yang berada di Maliaro Kelurahan Marikrubu Ternate Tengah, gagasan renovasi rumah tersebut berawal dari Dankipan A Yonif 732/Banau Lettu Inf Ruslan Buton yang melihat kondisi Sdri. Marliah yang memprihatinkan harus memikul beban seorang diri menghidupi anak-anaknya, keadaan tersebut diperparah kondisi tempat tinggal yang termasuk kategori Rumah Tidak Layak Huni RTLH sehingga menggugah Dankipan A untuk turut membantu merenovasi rumah Sdri. Marliah, usai mendapatkan restu serta dukungan dari Danyonif 732/B serta Danrem 152/Babullah, Dankipan A kemudian menggandeng beberapa pihak baik dari Unsur Pemerintah Daerah maupun unsur Swasta salah satunya H. Abdul salam Tamaela dalam mensukseskan kegiatan kemanusiaan ini, pengerjaan renovasi rumah yang dikerjakan langsung oleh anggota Kipan A Yonif 732/Banau tersebut memakan waktu 1,5 bulan hingga proses finishing serta dapat kembali dihuni. Peresmian penggunaan rumah tersebut dilaksanakan secara simbolis yang dihadiri oleh Kapolda Malut Brigjen Pol Zulkarnaen, Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Syafrial, psc, Pj. Walikota Ternate Idrus Assagaf, Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Sigit Purwanto, Kabalak, Kasi/Pasi serta Perwira Staf Jajaran Korem 152/Babullah, Pengurus Persit KCK Koorcab Rem, lurah Marikrubu dan H. Abdul Salam Tamaela sebagai donatur. Dalam sambutannya Danrem 152/Babullah menyampaikan bahwa rasa bangga serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan program kemanusiaan ini, khususnya kepada Prajurit Kipan A Yonif 732/Banau yang telah bekerja ekstra menyelesaikan renovasi rumah Sdri. Marliah ini, sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar senantiasa kita semua selalu dalam lindungan Tuhan YME kita berikan program ini sebagai Rumah Bahagia, kamipun berharap kepada Sdri. Marliah beserta keluarga agar kiranya dapat memanfaatkan rumah tinggal ini dengan sebaik-baiknya agar lebih bermanfaat dan dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik. semoga dengan program ini dapat meningkatkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat serta diharapkan dapat dilanjutkan dalam upaya mengatasi kesulitan rakyat. Penrem 152/Bbl Terkait
l'essentiel Le ministère des Affaires étrangères a convoqué l'ambassadeur de Russie en France après la publication de caricatures sur son compte Twitter jugées "inacceptables". L'ambassadeur de Russie à Paris a été convoqué vendredi au ministère des Affaires étrangères après la publication de caricatures sur son compte Twitter jugées "inacceptables" par la diplomatie française. "Ces publications sont inacceptables. Nous l'avons dit clairement aujourd'hui à l'ambassadeur de Russie", Alexeï Mechkov, a déclaré le Quai d'Orsay, en pleine crise entre la Russie et les Occidentaux autour de son offensive en Ukraine. "Nous nous efforçons de maintenir un canal de dialogue exigeant avec la Russie" mais ces "agissements sont parfaitement inappropriés". L'un des dessins montre des Européens à genoux léchant les fesses de l'Oncle Sam et porte la mention en anglais "La solidarité européenne telle qu'elle est". Je rappelais dans un précédent message à quel point le Kremlin se sent dans une guerre morale contre l'occident. Ce craquage complet de l'ambassade de Russie en France en est l'exemple frappant. Julien Pain JulienPain March 24, 2022 La seconde caricature présente une allégorie de l'Europe malade, allongée sur une lit, à qui ses tortionnaires, Etats-Unis et Union européenne, injectent différentes substances intitulées "néonazisme, "russophobie" ou "Covid-19". "Agissements sont parfaitement inappropriés" "Nous nous efforçons de maintenir un canal de dialogue exigeant avec la Russie" mais ces "agissements sont parfaitement inappropriés", a-t-on ajouté au Quai d'Orsay. L'ambassade de Russie, jointe par l'AFP, a confirmé que "la question du tweet publié avait été évoquée, parmi d'autres points" lors de l'entretien vendredi matin. Ce tweet, paru jeudi, a été retiré depuis. L'ambassadeur de Russie a de son côté "attiré l'attention de nos collègues français sur les provocations et les actes de vandalisme envers les représentations diplomatiques russes en France", a-t-elle ajouté.
Table Of Content [ Close ] Kendal 13 Agustus 2018,Penyerahkan Piala Serta Uang Pembinaan Bagi Pemenang Juara Satu Lomba Lukis Yang Bertaema Kemanunggalan Tni Dan Masyarakat Yang Diadakan Kodim 0715 Kendal,Juara Satu Di Peroleh Oleh Perwakilan Dari Binaan Koramil 08 Berita Balikpapan Terkini Wujudkan Kemanunggalan Tni Dan Rakyat, Deninteldam Vi/Mulawarman Gelar Komunikasi Sosial Detasemen Intelijen Atau Denintel Kodam Vi/Mulawarman Menggandeng Beragam Komponen Masyarakat Dalam Kegiatan Komunikasi Sosial, Senin 15/8/2022 Berdasarkan Penuturan Tim Juri Sebenarnya Butuh Waktu Tiga Hari Tiga Malam Paling Tidak Sasaran Yang Ingin Dicapai Adalah Kemanunggalan Tni Dan Rakyat Yang Lebih Kuat.” Ujar Laksamana Pertama Tni Endra Sulistiyono, Peran Kami Sebagai Babinsa Itu Merupakan Bagian Dari Kemanunggalan Tni Dengan Rakyat, Karena Tni Berasal Dari Rakyat Dan Untuk Rakyat, ” Ujar Sertu Kemanunggalan Tni Dan Rakyat. Kemanunggalan tni dengan rakyat itu nyata di pulau parit. Kegiatan kemanunggalan membangun desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan terutama di kecamatan gamping kabupaten Mewarnai Hut Ri Ke 73 Gambar Mewarnai Terbaik from kemanunggalan tni dan rakyat. We identified it from obedient source. Sasaran yang ingin dicapai adalah kemanunggalan tni dan rakyat yang lebih kuat.” ujar laksamana pertama tni endra sulistiyono, 13 Agustus 2018,Penyerahkan Piala Serta Uang Pembinaan Bagi Pemenang Juara Satu Lomba Lukis Yang Bertaema Kemanunggalan Tni Dan Masyarakat Yang Diadakan Kodim 0715 Kendal,Juara Satu Di Peroleh Oleh Perwakilan Dari Binaan Koramil 08 tni manunggal membangun desa tmmd bernama amd abri masuk desa sudah berupaya mengembangkan semangat kemanunggalan tni dan rakyat. Hal tersebut gambaran secara utuh dimasa pendemi yang berkepanjangan ini. Kemanunggalan tni dan masyarakat putrikelana101 Balikpapan Terkini Wujudkan Kemanunggalan Tni Dan Rakyat, Deninteldam Vi/Mulawarman Gelar Komunikasi Sosial Detasemen Intelijen Atau Denintel Kodam Vi/Mulawarman Menggandeng Beragam Komponen Masyarakat Dalam Kegiatan Komunikasi Sosial, Senin 15/8/2022Usai digelar lomba lukis pada minggu lalu di halaman makodim 0809 kediri, kemudian dilakukan penjurian, selanjutnya 113 karya terpilih dipamerkan di ketos 2013 ini dapat terselenggara dengan lancar, tertib, dan aman berkat jerih payah, kesungguhan, ketekunan, dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksana di lapangan, dengan dukungan penuh. Kendal 13 agustus 2018,penyerahkan piala serta uang pembinaan bagi pemenang juara satu lomba lukis yang bertaema kemanunggalan tni dan masyarakat yang diadakan kodim 0715 kendal,juara satu di peroleh oleh perwakilan dari binaan koramil 08 Penuturan Tim Juri Sebenarnya Butuh Waktu Tiga Hari Tiga Malam Paling Tidak pemerintah, tni dan masyarakat dengan semangat kebhinekaan. Kemanunggalan tni dan masyarakat [email protected] unlabelled kendal 13 agustus 2018,penyerahkan piala serta uang pembinaan bagi pemenang juara satu lomba lukis yang bertaema kemanunggalan tni dan masyarakat yang diadakan kodim 0715 kendal ,juara satu di peroleh oleh perwakilan dari binaan koramil 08 patean. Here are a number of highest rated lukisan kemanunggalan tni dan rakyat pictures upon Yang Ingin Dicapai Adalah Kemanunggalan Tni Dan Rakyat Yang Lebih Kuat.” Ujar Laksamana Pertama Tni Endra Sulistiyono, dengan tema ” kemanunggalan tni dan rakyat ini secara keseluruhan terkomposisi secara artistik dan naratif yang terangkum dalam satu kanvas. Kendal 13 agustus 2018,penyerahkan piala serta uang pembinaan bagi pemenang juara satu lomba lukis yang bertaema kemanunggalan tni dan masyarakat yang diadakan kodim 0715 kendal,juara satu di peroleh oleh perwakilan dari binaan koramil 08 patean. Sebagai bentuk rasa solidaritas dan kepedulian sesama manusia serta meningkatkan kemanunggalan tni dengan rakyat, korem 152/babullah bekerja sama dengan unsur terkait membantu masyarakat tidak mampu dalam mendirikan/renovasi rumah sebagai tempat Kami Sebagai Babinsa Itu Merupakan Bagian Dari Kemanunggalan Tni Dengan Rakyat, Karena Tni Berasal Dari Rakyat Dan Untuk Rakyat, ” Ujar Sertu believe this nice of lukisan kemanunggalan tni dan rakyat graphic could possibly be the most trending topic as soon as. Bersatu padu menegakkan disiplin protokol. Agustus 9, 2022 0 views. kemanunggalan lukisan
› Menelusuri cagar budaya pertahanan di sejumlah tempat di Tanah Air mengungkap kemanunggalan tentara dan rakyat telah berlangsung sejak abad ke-16. Modal penting menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Veteran memberikan hormat dalam acara peringatan peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 19/9/2018. Aksi teatrikal perobekan bendera di hotel yang dulu bernama Hotel Yamato itu untuk mengingatkan kembali generasi muda agar tetap bertekad mempertahankan kedaulatan perjuangan untuk mempertahankan bangsa tidak hanya terekam dalam cerita heroik para pahlawan besar. Spirit itu juga tersimpan dalam benda cagar budaya. Berbeda dengan cagar budaya bernilai pertahanan di negara lain yang cenderung merepresentasikan dominasi militer, defense heritage di Indonesia justru memperlihatkan kepaduan tentara dan rakyat dalam membangun pertahanan bangsa dan tahun 2020, Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Gerald Theodorus L Toruan dan pengajar di Universitas Pertahanan Jeanne Francois berkeliling ke tujuh kota untuk menelusuri cagar budaya pertahanan atau defense heritage. Tujuh kota yang dimaksud adalah Jakarta, Ambon Maluku, Palembang Sumatera Selatan, Manado Sulawesi Utara, Bandung Jawa Barat, Surabaya Jawa Timur, dan Padang Sumatera Barat. Satu per satu cagar budaya yang mengandung unsur perjuangan rakyat baik dalam pembangunannya maupun yang diakui warga setempat sebagai wadah perjuangan rakyat mereka sambangi. Misalnya, sisa-sisa Kasteel Batavia di Jakarta, Benteng Amsterdam di Ambon, Benteng Kuto Besak di Palembang, Gudang Logistik TNI di Padang, serta seluruh bagian Kota Surabaya yang dikenal sebagai Kota terhambat pandemi Covid-19, keduanya bersikukuh mengunjungi sejumlah situs dan memperkuatnya dengan berbagai argumentasi historis guna memasukkannya ke dalam kategori defense heritage. Sebab, baik secara akademik maupun populer, konsep ini belum dikenal di Indonesia. Masyarakat umumnya menyamakan defense heritage dengan warisan budaya atau cagar budaya militer military heritage.Baca juga Mural Sejarah dan Perjuangan Bangsa di JakartaKOMPAS/PRAYOGI DWI SULISTYO Benteng Amsterdam di Desa Hila-Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Rabu 18/9/2019. Sebelum menjadi benteng pertahanan Belanda dan pusat administrasi VOC, bangunan ini digunakan sebagai gudang rempah-rempah milik keduanya memiliki definisi berbeda. Tidak semua cagar budaya militer mengandung nilai pertahanan. Misalnya, bangunan-bangunan yang didirikan berdasarkan keputusan politis lalu diakui sebagai cagar budaya karena menyimpan kisah universal tentang kemanusiaan.”Nilai defense heritage tidak harus bersifat universal, tetapi mendukung kepentingan nasional bangsa yang bersangkutan. Syarat-syarat idealnya antara lain memiliki narasi sejarah perjuangan bangsa, dikenal oleh masyarakat sekitarnya, dan apabila mungkin dipreservasi oleh pemerintahannya,” kata Gerald Theodorus L Toruan dalam peluncuran buku yang ia tulis bersama Jeanne Francois berjudul Warisan Budaya Bernilai Pertahanan Defense Heritage Indonesia di Gedung Balitbang Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu 6/10/2021.Defense heritage semestinya mendapatkan perhatian yang lebih besar. Sebab, cagar budaya pertahanan menempati posisi penting dalam sistem pertahanan negara modern, yaitu sebagai salah satu sarana program bela menambahkan, penelusuran dan pengelompokan itu penting karena Indonesia memiliki banyak cagar budaya pertahanan yang berasal dari masa kerajaan ataupun kolonial. Mulai dari yang berbentuk benteng, bangunan sisa kolonial, jembatan, hingga tempat saksi peperangan. Namun, sebagian besar dalam kondisi kata Jeanne Francois, defense heritage semestinya mendapatkan perhatian yang lebih besar. Sebab, cagar budaya pertahanan menempati posisi penting dalam sistem pertahanan negara modern, yaitu sebagai salah satu sarana program bela juga Pesan dari Film Berusia 33 TahunKOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan, Gerald Theodorus L Toruan kiri, dan pengajar di Universitas Pertahanan, Jeanne Francois kanan, dalam peluncuran buku berjudul Warisan Budaya Bernilai Pertahanan Defense Heritage Indonesia di Gedung Balitbang Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu 6/10/2021.Dalam sistem pertahanan negara modern, program bela negara menekankan pemahaman yang utuh tentang kehidupan berbangsa, bernegara, dan kebinekaan melalui pembelajaran dan penelitian. Modern dalam pikiran yang tercerahkan ini sama pentingnya dengan modernisasi bidang persenjataan dan alat utama sistem persenjataan alutsista. ”Untuk menuju ke sana, maka defense heritage harus menjadi bagian dalam doktrin pertahanan negara,” kata dengan rakyatIa menambahkan, selain menemukan kondiri riil defense heritage Indonesia, penelitian ini juga mengungkap bahwa Indonesia memiliki warisan budaya pertahanan yang sangat beragam yang muncul dalam titimangsa 1511-1949. Selama empat abad, cagar budaya yang ada merepresentasikan semangat pertahanan yang terbagi dalam dua kelompok, yakni proses menuju keindonesiaan dan upaya mempertahankan kemerdekaan Republik dilihat dari jenisnya, defense heritage di Tanah Air juga hadir dalam berbagai bentuk. Contohnya rumah, jalan, jembatan, pesantren, bahkan kawasan atau wilayah. Tidak seperti di negara-negara lain yang umumnya hanya mewariskan benteng Jeanne, keberagaman itu sekaligus menunjukkan bahwa sejak abad ke-16, sektor pertahanan bangsa ini tidak pernah dimonopoli oleh militer, tetapi merupakan bagian dari masyarakat. ”Masyarakat Indonesia sejak dulu sudah mengenal sishankamrata sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, sehingga perjuangan yang terjadi bersifat manunggal antara tentara dan rakyat,” kata juga Babi ”Ngepet”, Bipang, dan Perlawanan dari BlambanganKOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Bendera Merah Putih raksasa dibentangkan saat Teaterikal Sejarah Peristiwa Perobekan Bendera ”Surabaya Merah Putih” di Hotel Majapahit, Surabaya, Kamis 19/9/2019. Persitiwa yang terjadi pada 19 September 1945 dipicu sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan WVCh Ploegman yang mengibarkan bendera Belanda Merah-Putih-Biru di Hotel Yamato yang saat ini bernama Hotel Majapahit. Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia dan tentara AFNEI Allied Forces Netherlands East Indies hingga sekutu mengeluarkan ultimatum pada 10 November Surabaya, misalnya, hampir seluruh unsur wilayahnya merepresentasikan semangat pertahanan. Mulai dari ikon kota, yakni patung suro ikan hiu dan boyo buaya berasal dari cerita rakyat tentang perjuangan dua hewan tersebut dalam mempertahankan bagian dari wilayah masing-masing. Semangat itu juga mewujud dalam karakter warga setempat yang berani melawan, mengambil risiko, dan tak pernah sungkan mengatakan hal yang itu juga mendukung perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Dua bulan setelah proklamasi kemerdekaan RI, tentara Sekutu datang ke Indonesia untuk melucuti senjata tentara Jepang dan mengembalikan Indonesia sebagai wilayah jajahan Belanda. Ketika memasuki Surabaya pada 30 Oktober 1945, pasukan lokal yang merupakan gabungan antara tentara dan rakyat menyerang pasukan sekutu yang dipimpin Brigadir AWS dalam baku tembak di sekitar Jembatan Merah, Surabaya, jenderal bintang satu angkatan perang Inggris itu tewas. Ia ditembak oleh pemuda Indonesia yang hingga saat ini tidak diketahui identitasnya. Mobilnya pun diledakkan dengan granat sehingga jenazah Mallaby sulit ini memicu ultimatum dari Inggris agar seluruh pasukan Indonesia di Surabaya menyerahkan senjata tanpa syarat pada 9 November 1945. Namun, ancaman itu tidak dihiraukan sehingga pecah pertempuran sehari setelahnya, yaitu pada 10 November juga Monumen ”Ibu Pemersatu Bangsa” Diresmikan di BengkuluKOMPAS/IQBAL BASYARI Warga melintasi Jembatan Merah di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 26/8. Pemerintah Kota Surabaya terus merawat bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi landmark itu, ribuan pasukan yang berasal dari Tentara Keamanan Rakyat TKR dan organisasi perjuangan bersenjata yang dibentuk berbagai elemen masyarakat bersatu melawan Tentara Sekutu hingga akhirnya mampu mempertahankan Republik dengan simbol perobekan warna biru pada bendera Belanda di puncak Hotel Yamato sekarang Hotel Majapahit Surabaya. Kemenangan yang mampu menggerakkan perlawanan di seluruh penjuru Tanah Air itu diraih dengan korban jiwa belasan ribu rakyat sehingga 10 November kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan dan Surabaya sebagai Kota pertahanan juga terekam di Benteng Nieuw Victoria, Ambon, Maluku. Sekalipun dibangun oleh Portugis pada abad ke-16 kemudian diambil alih Belanda sebagai pusat pemerintahan yang mengeruk kekayaan Maluku, bangunan ini sarat dengan perjuangan rakyat pertahanan juga terekam di Benteng Nieuw Victoria, Ambon, Maluku. Sekalipun dibangun oleh Portugis pada abad ke-16 kemudian diambil alih Belanda sebagai pusat pemerintahan yang mengeruk kekayaan Maluku, bangunan ini sarat dengan perjuangan rakyat Indonesia. Sebab, di benteng inilah para kolonialis memertahankan diri dari berbagai serangan perlawanan masyarakat depan Benteng Nieuw Victoria, pahlawan nasional Pattimura digantung pada 6 Desember 1817 karena mengonsolidasikan rakyat serta memimpin sejumlah pertempuran untuk mengusir Belanda dari Ambon. Di dalam benteng itu pula terdapat bekas penjara bawah tanah tempat menawan Pattimura sebelum menjalani hukuman juga Milenial dan 185 Pahlawan NasionalKOMPAS/PRAYOGI DWI SULISTYO Benteng Nieuw Victoria di kota Ambon, Maluku, Rabu 18/9/2019.Di Palembang, Sumatera Selatan, pertahanan rakyat tersimpan dalam Benteng Kuto Besak yang berdiri tepat di depan Sungai Musi. Benteng yang dibangun pada era Sultan Mahmud Muhammad Bahauddin dari Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-18 itu didirikan untuk melindungi kesultanan dari serangan Padang, Sumatera Barat, ditemukan pula Gudang Logistik TNI di tengah kawasan Kota Tua Padang yang selama ini jarang diketahui. Gudang logistik yang digunakan semasa perang itu juga dilengkapi dengan prasasti amanat Jenderal Sudirman. Namun, kondisinya rakyatMenurut Jeanne, identifikasi defense heritage juga berperan penting dalam perspektif historis. Dari sejumlah cagar budaya itu, perjuangan rakyat sehari-hari dapat masuk sebagai bagian dari sejarah total Indonesia. Dengan begitu, paradigma bahwa narasi sejarah hanya ditulis oleh orang-orang besar pun bisa mulai diubah, dengan mengedepankan pengalaman rakyat yang terekam di cagar budaya pertahanan.”Ini membuat sejarah pertahanan nasional mencakup harmonisasi sejarah sipil dan militer, tidak hanya sejarah militer,” ujar juga Menara Seruling, Keping Sejarah Pertahanan di MalangKompas Kawasan Benteng Kuto Besak di Palembang, Rabu 24/2.Sultan Palembang Darussalam Raden Muhamad Fauwaz Diradja menambahkan, di wilayahnya, penelitian dan pengembangan konsep defense heritage bermanfaat dalam merawat memori kolektif masyarakat tentang perjuangan yang pernah dilakukan di masa lalu. Contohnya di Palembang, masyarakat selalu mengingat Benteng Kuto Besak. Ingatan ini penting untuk selalu ditanamkan kepada generasi dan peluncuran buku yang ditulis Theodorus dan Jeanne diapresiasi sejumlah pihak. Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Agus Aris Munandar salah satunya. Menurut dia, ini merupakan pustaka pertama di Indonesia yang membahas cagar budaya bernilai pertahanan. Studi terkait juga sebelumnya tidak pernah dilakukan di Balitbang Kemhan Marsekal Muda Julexi Tambayong mengatakan, buku ini memberikan pemahaman dasar bahwa Indonesia bertugas menjaga dan melestarikan obyek cagar budaya pertahanan. Sebab, hal itu juga merupakan bagian dari sejarah perjuangan yang membentuk identitas Indonesia. Ia berharap, ke depan defense heritage semakin mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat dalam upaya membangun nasionalisme dan patriotisme.
lukisan kemanunggalan tni dan rakyat