macam macam busi motor

SPAREPARTMOTOR GALERI FOTO VIDEO BERLANGGANAN HOME . UMUM Minuman Suplement Biker, Macam-Macam Busi dan Modif Vega Mesin Tiger . Dimas Pradopo - Selasa, 18 September 2012 | 21:00 WIB TUGAS MACAM MACAM RUANG BAKAR MESIN BENSIN Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah MOTOR BAKAR. Dosen Pengampu : Ari Dwi Nur Indriawan M, M.Pd. Drs. Abdurahman, M.Pd. Disusun Oleh: Akhmad Khasbulloh (5202415001) Aris Munandar (5202415005) Gun Irmansyah (5202415010) Husnul Ansaqi (5202415014) Edi Susanto janganlupa like dan subscribe ya teman teman 😍😊#bengkelmotor #otomotif #tutorial RumusMenghitung Daya Motor Listrik rainday affairs rumus watt amp volt ampere, cara menghitung ampere motor 3 dan 1 phase dengan rumus daya, cara mengukur dan menghitung kecepatan arus daya dan, resistansi pada, macam macam rumus dasar listrik kiat berbagi, rumus praktis teori perhitungan instalasi listrik, motor listrik dc dunia teknik Busistandar, iridium, platinum, resistor dan alur V tergolong busi panas. Indeks panas (heat rating) busi panas NGK berkisar dari 2 sampai 8. Busi dingin - Adalah busi yang kecepatan transfer panasnya cepat. Artinya panas harus cepat disalurkan keluar busi. Busi dingin identik dengan busi racing yang harus melepas panas mesin dengan cepat Wo Treffen Sich Singles In Stuttgart. Advertisement Macam macam busi motor - Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mengenal apa itu sistem pengapian, dan cara kerjanya. Pada pembahasan itu, sudah dijelaskan bahwa sistem pengapian akan mensuplai percikan api pada busi untuk melakukan pembakaran. Salah satu komponen paling penting pada sistem pengapian adalah busi. Apa itu busi dan mengapa busi bisa bertahan pada suhu mesin yang tinggi ? Apa itu Busi ? Busi adalah sebuah komponen didalam mesin tepatnya pada sistem pengapian, yang berfungsi untuk mengkonversi energi listrik bertegangan tinggi dari ignition coil menjadi percikan api. Percikan api pada busi, diperoleh dari tegangan tinggi coil. Artinya busi hanya meneruskan arus listrik dari output kumparan sekunder coil. Sehingga busi tidak secara langsung menghasilkan api. A. Macam macam Busi berdasarkan Performa Dilihat dari performa yang dihasilkan, busi memiliki beberapa jenis antara lain ; 1. Busi Standar Cooper Jenis busi cooper atau tembaga adalah busi yang paling umum ditemui. Busi ini memiliki elektroda berbahan tembaga yang memiliki diameter kurang lebih 2,5 mm. Busi standar menjadi busi bawaan pabrik pada beberapa motor. Dikarenakan busi ini cocok untuk penggunaan standar. Untuk umur busi, busi tipe standar memiliki umur pemakaian bervariasi tergantung mesin dan pemakaian. Umumnya, untuk menghindari kemacetan pada KM pemakaian KM busi ini diganti dengan yang baru. 2. Busi Resistor Busi ini pada dasarnya sama dengan busi standar karena banyak juga pabrikan yang menggunakannya sebagai busi bawaan. Namun perbedaannya, busi ini memiliki resistor atau tahanan yang ditandai dengan kode "R" pada busi NGK atau kode "U" pada busi Denso. Kode ini menunjukan bahwa busi ini sudah dilengkapi Resistor. Fungsinya untuk mencegah aliran listrik secara berlebihan saat pengapian. Busi tipe resistor digunakan pada mesin EFI yang sudah dilengkapi ECU. 3. Busi Platinum Busi platinum secara fisik akan menyerupai busi standar. Namun ada perbedaan pada elektroda yang dipakai. Busi platinum menggunakan elektroda berbahan platinum, tujuannya untuk memperpanjang umur pemakaian busi. Bahan nikel yang terdapat pada ujung elektroda dapat mengurangi radiasi panas dari mesin. Umur busi ini bisa mencapai pemakaian 30 KM. Harga busi platinum lebih tinggi dari pada tipe busi lainya. Meski memiliki harga cukup mahal, jenis busi ini sangat disukai untuk keperluan touring dikarenakan memiliki daya tahan cukup baik dalam pemakaian jangka waktu lama. 4. Busi Iridium Busi iridium, juga memiliki bentuk fisik yang hampir sama dengan jenis busi lain. Namun, sekali lagi perbedaan terletak pada elektroda busi. Elektroda pada busi iridium berbahan logam campuran yang mengandung iridium dan dilapisi nikel pada ujung elektroda. Selain dapat bertahan dalam pemakaian lama, busi ini dipercaya dapat menghasilkan performa mesin maksimal. Busi jenis ini, banyaj digunakan pada motor diatas 150 cc dan mobil berkapasitas lebih dari 5. Busi Racing Busi tipe ini dirancang khusus untuk menghasilkan performa yang maksimal tanpa menimbulkan panas yang berlebih. Elektroda pada busi racing dibuat dari perpaduan beberapa logam dengan ujung meruncing. Sehingga menghasilkan daya hantar listrik yang kuat dengan ketahanan yang kuat pula. Meski memiliki performa yang maksimal, busi ini memiliki umur yang lebih pendek. Sesuai namanya busi ini memang diperuntukan untuk keperluan racing. Sehingga untuk pemakaian sehari-hari tentu kurang tepat. B. Macam macam Busi berdasarkan Heat Resistance Sementara jika dilihat dari reaksi terhadap daya hantar panas, busi dibedakan menjadi dua jenis. 1. Busi Panas Busi panas memiliki daya hantar panas yang lebih kecil dibandingkan busi dingin. Sehingga suhu busi relatif lebih panas ketika bekerja. Tujuanya, agar proses pembakaran mesin terjaga. Busi panas akan menjaga suhu kerja mesin tetap ideal, sehingga pembakaran pada mesin bisa lebih maksimal. Didalam busi ini, memiliki isolator berupa keramik yang lebih banyak. Sehingga panas dari elektroda tidak langsung diteruskan ke blok mesin. Busi ini cocok untuk penggunaan sehari-hari baik pada mesin motor maupun mesin mobil. 2. Busi Dingin Busi dingin memiliki jumlah isolator keramik yang lebih sedikit, sehingga panas didalam busi dapat tersalurkan ke blok mesin. Inilah mengapa dinamai busi dingin. Karena mudah melepaskan panas. Busi dingin juga disebut busi racing, karena kemampuanya bertahan dalam kinerja ekstrem. Disaat mesin bekerja cukup ekstrem, busi ini akan mentransfer panas mesin keluar melalui elektroda. Sehingga over heating dapat dihindari. Konstruksi Busi Busi berbentuk tabung yang memiliki ulir untuk tempat perkaitan dengan kepala silinder. Konstruksi busi, dibuat agar listrik bertegangan tinggi dari ignition coil dapat disalurkan sampai ujung elektroda tanpa menimbulkan kerugian tegangan dan tidak menimbulkan efek bagi komponen kelistrikan lain. Untuk itu, busi disusun dari beberapa komponen diantara lain ; 1. Terminal Terminal ini berlokasi tepat diatas busi. Fungsi dari terminal ini adalah untuk menerima listrik bertegangan tinggi dari coil dan menghubungkannya ke elektroda. Bahan dari terminal ini adalah besi sehingga dapat melakukan penyaluran energi listrik dengan sempurna. 2. Elektroda Elektroda akan terlerak memanjang dari ujung atas busi hingga ujung bawah busi. Fungsi elektroda busi yaitu sebagai core atau inti dari penyaluran energi listrik. Elektroda busi dibuat dari beberapa logam antara lain tembaga, platinum, dan campuran nikel. Pada jenis busi resistor, terdapat material keramik yang terletak ditengah elektroda busi. Fungsinya sebagai hambatan agar listrik yang mengalir tidak berlebihan. 3. Insulator Insulator komponen pilar yang berpengaruh dalam proses pengapian. Insulator berbahan dasar keramik yang memiliki resistansi tinggi. Fungsi dari insulator adalah untuk mencegah loncatan listrik dari elektroda ke bagian samping. Mengingat lubang busi pada kepala silinder bermuatan masa atau ground. Sehingga perlu penyekat yang mampu meredam daya listrik di samping elektroda. 4. Gasket Gasket berbentuk seperti ring tembaga yang terletak pada pangkal ulir busi. Tujuan diberikan gasket ini adalah untuk mencegah terjadinya kebocoran saat langkah kompresi. 5. Terminal Ground Terminak ground terletak pada ujung bawah busi. Terminal ini tersambung langsung ke masa melalui ulir busi. Terminal ini yang akan memicu terjadinya percikan pada busi dengan meletakan ground didekat ujung elektroda. Cara Kerja Busi Saat listrik bertegangan tinggi mengalir dari ignition coil ke terminal busi, maka akan terbentuk aliran arus dari igntion coil menuju elektroda busi. Sesuai dengan arah aliran arus, dimana arus listrik selalu mengalir dari kutub positif ke negatif. Maka listrik didalam elektroda juga akan mengalir menuju masa. Jika arus pada elektroda langsung dihubungkan le masa maka hanya akan timbul panas pada elektroda dan tidak ada percikan. Untuk itu dibuat celah antara ujung elektroda dan masa. Saat arus listrik yang melewati elektroda bermuatan kecil, tidak akan terjadi apapun di celah elektroda. Namun jika arus yang mengalir bermuatan mencapai 20 KV maka mampu keluar dari elektroda dalam bentuk percikan. Celah Busi Celah busi menjadi faktor apakah percikan mampu keluar ataukah tidak. Celah busi yang terlalu renggang membutuhkan muatan lebih besar untuk bisa terjadi percikan. Jika arus tersebut standar maka percikan yang dihasilkan juga lebih kecil. Sehingga berpotensi menyebabkan miss fire. Celah busi yang terlalu dekat, akan menyebabkan percikan lebih besar dan tidak terarah. Dalam hal ini, panas pada busi akan cepat terbentuk sehingga dapat mempengaruhi pembakaran mesin. Dilihat dari bentuk celah busi, akan terdapat dua jenis busi yaitu ; 1. Single Elektrode Jenis single elektroda memiliki satu buah ground point dan celah vertikal diujung elektroda. Tipe ini akan menghasilkan percikan dengan bentuk memanjang. Sangat cocok dipakai untuk mesin berkapasitas sedang. 2. Multi Elektrode Jenis multi elektrode memiliki ground point dua atau lebih yang terletak disamping elektroda. Percikan yang dihasilkan pada busi jenis ini terletak disamping elektroda dengan jumlah sesuai jumlah ground point. Busi ini memiliki diameter lebih besar dan sering dipakai pada mesin berkapasitas lebih dari 500 cc tiap silinder. Untuk ukuran celah, ada banyak variasi celah busi. Hal ini tergantung spesifikasi tiap mesin. Umumnya, celah busi berkisar 0,8 hingga 1,0 mm. Demikian sekilas mengenai macam macam busi pada sepeda motor dan mobil. untuk melihat beberapa kode kode pada busi, bisa simak Macam macam kode busi beserta artinya. Facebook Twitter Whatsapp Author Novi Dania Date 7 February 2020 Jika berbicara mengenai sistem pengapian pada motor, yang terbesit pertama kali adalah busi. Komponen yang memiliki bentuk tidak besar ini termasuk komponen vital pada sepeda motor. Tugas utama busi pada motor ialah menghasilkan percikan api pada bagian mesin yang nantinya percikan api tersebut digunakan untuk membakar bensin yang tercampur dengan udara yang telah dikompresi di dalam ruang bakar mesin. Busi motor memiliki jenis yang beragam, diantaranya Busi Standar. Jenis busi ini merupakan busi bawaan pabrikan. Memiliki rata-rata ukuran diameter electrode 2,5 mm. Pada bagian ujung elektroda busi standar terbuat dari nikel dan dipercaya tahan hingga jarak tempuh kilometer pada pembakaran normal. Busi Platinum. Kalangan pencinta touring pasti familiar dengan busi platinum. Umurnya yang panjang hingga mampu menempuh kilometer, busi jenis ini merupakan favorit para bikers. Busi Platinum memiliki diameter center elektroda 0,5 mm - 0,8 mm dan ujung elektrodanya terbuat dari nikel serta center electrodenya terbuat dari platinum. Busi Iridium. Jenis busi ini biasa digunakan untuk jenis motor besar dengan kapasitas 150 cc ke atas. Tidak hanya itu, busi jenis ini juga disebut busi semi kompetisi. Umur busi iridium tergolong panjang yakni hingga kilometer. Besarnya diameter elektroda busi iridium terbaik antara 0,6 mm hingga 0,8 mm. Busi iridium ini juga memiliki ciri khas, yakni ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda dari iridium alloy warna platinum buram. Busi Resistor. Dilihat dari fisiknya, busi jenis resistor memiliki lambang β€œR” pada bagian bodynya. Banyak yang salah kaprah kalau lambang tersebut berarti racing, padahal lambang tersebut berartikan resistor bukan racing. Busi jenis ini digunakan untuk melindungi perangkat elektronik digital seperti speedometer dan perangkat digital lain pada motor. Busi Racing. Busi berikut ini didesain khusus dengan bahan yang kuat terhadap kompresi tinggi dan juga tahan dengan temperatur mesin yang tinggi. Busi racing termasuk busi yang tidak memiliki umur panjang. Daya tahannya hanya kilometer hingga kilometer saja. Bentuk diameter center electroda pun relatif kecil meruncing seperti jarum. Harga dari busi racing pun lebih mahal dibandingkan dengan busi jenis lainnya. - Kendati bentuknya kecil, busi punya peran penting di sistem pengapian motor kita. Fungsinya untuk memicu ledakkan di ruang bakar, hasil campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi. Seiring perkembangan teknologi motor yang kian canggih, busi atau spark plug pun ikut berkembang menjadi beberapa jenis. Mulai tipe busi standar, hingga busi racing. Ada apa saja? Berikut jelaskan 5 macam busi yang beredar di toko onderdil maupun bengkel-bengkel motor. 1. Busi StandarSesuai namanya, busi ini merupakan busi bawaan motor asli dari pabrikan. Busi ini rata-rata memiliki ukuran diameter center electrode 2,5 mm. Bagian ujung elektrodanya terbuat dari nikel. Soal ketahanannya, bisa mencapai 20 ribu km, tergantung pemakaian kendaraan. "Keuntungan pakai busi standar, performanya stabil, kualitas OEM, dan mudah mencarinya karena busi standar hampir semua kendaraan," ujar Diko Oktaviano, Technical SupportPT NGK Busi Indonesia, kepada baru-baru ini. BACA JUGA Ganti Filter Udara Yamaha NMAX, Cuma Modal Obeng Plus Sob2. Busi ResistorBusi tipe ini merupakan jenis yang sering mengecoh konsumen karena memiliki logo 'R' latin dengan font membuat banyak pengendara motor yang terkecoh mengira busi huruf R tersebut berarti resistor digunakan untuk melindungi perangkat elektronik digital, berupa speedometer dan lainnya."NGK merekomendasikan penggunaan busi resistor untuk motor yang sudah terpasang on-board unit atau sistem ECU pada mesinnya," saran Diko. Lima Jenis Busi – Baik orang yang aktif berkendara maupun tidak, rata-rata akan cukup mengetahui jika motor mempunyai komponen bernama busi. Bagian ini merupakan komponen untuk sistem pengapian. Busi dirancang untuk melakukan tugas dalam waktu tertentu, sehingga bisa habis dan harus segera diganti jika sudah aus. Nah, anda yang motornya mendadak mati, bisa jadi dikarenakan businya sudah aus. So, jangan ragu untuk melakukan pengecekan secara rutin. Nah, bahasan kita kali ini akan membuat kita mengenal busi lbih dalam lagi. Karena ternyata, ada berbagai macam busi untuk sepeda motor anda. Masing-masing jenis pun punya umur pakai yang StandarJenis busi yang satu ini adalah bawaan motor dari pabrikan, yang bisa dipakai sampai jarak 20 ribu km pada kondisi pembakaran normal. Diameter center electrodenya rata-rata berukuran 2,5 mm. Sementara itu bagian ujung elektroda terbuat dari IridiumAnda yang menggunakan motor bermesin besar di atas 150 cc , jenis busi iridium pas untuk kendaraan anda. Ciri khas pada fisiknya adalah ujung elektroda yang terbuat dari nikel. Sementara itu center elektrodanya terbuat dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center elektroda yang dimiliki busi iridium adalah 0,6 mm – 0,8 mm. Soal umur, jenis busi ini mampu bertahan 50 ribu hingga 70 ribu PlatinumJika anda adalah penyuka touring seperti Mas Sena, biasanya anda akan lebih menyukai jenis busi platinum. Hal ini dikarenakan umur busi mencapai 30 ribu km. Jadi, sangat cocok untuk menempuh jarak jauh. Busi ini mempunyai diameter center elektroda 0,5 mm- 0,8 mm. Sementara itu, ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrodenya terbuat dari ResistorSecara fisik, busi tipe ini memiliki logo R latin pada bodinya. Kadang konsumen salah mengartikan, karena menganggap logo tersebut berarti β€œracing’. Tapi sebenarnya R itu artinya resistor. Busi ini dipakai untuk melindungi perangkat elektronik digital, berupa speedometer dan lainnya. Maka busi ini sangat berjasa untuk perangkat elektronik digital RacingBusi Racing memiliki diameter center elektroda yang relatif kecil meruncing macam jarum. Soal umur, busi racing mempunyai umur yang relatif pendek, yang hampir sama dengan busi standar. Umur pakainya antara 20 ribu km hingga 30 ribu km. Sesuai namanya busi ini didesain dengan bahan yang tahan terhadap kompresi tinggi serta temperatur mesin yang tinggi. Baca juga Kia Berjaya di Good Design Award dan Volvo S60 Cross Country. Senin, 20 Juni 2022 1636 WIB Seorang montir dadakan memeriksa busi sepeda motor yang mati akibat terendam banjir di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Kamis 17/1. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat Iklan Jakarta -Sepeda motor tersusun dari berbagai komponen dan sistem yang saling berkaitan, dan salah satu sistem yang penting di mesin motor adalah pengapian dengan komponen busi. Sistem pengapian pada motor merupakan sebuah sistem pada mesin motor yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api di dalam ruang bakar dan penyusun sistem pengapian motor adalah Itu BusiDari laman Astra Honda, disebutkan bahwa busi motor adalah sebuah komponen dalam sistem pengapian motor yang memiliki fungsi untuk mengubah tegangan listrik yang berasal dari koil untuk diubah menjadi percikan api yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara yang ada di ruang Busi MotorBerikut ini adalah jenis-jenis busi sepeda motor, dikutip dari laman Astra MotorBusi standarBusi standar adalah jenis busi yang banyak ditemui pada sebuah motor. Busi ini termasuk busi bawaan dari pabrik dan memiliki masa pakai antara 10 hingga 20 ribu iridiumBusi iridum adalah busi yang banyak ditemukan pada motor-motor dengan mesin cc besar atau di atas 150 cc. Busi ini memiliki ujung elektroda yang terbuat dari bahan nikel dan bagian tengahnya terbuat dari iridum alloy. Usia pakai busi ini sangat panjang, yaitu bisa mencapai 50 ribu racingIklan Busi jenis ini banyak digunakan pada motor balap yang membutuhkan akselerasi maksimal. Jenis busi ini didesain supaya tahan terhadap temperatur mesin yang tinggi. Usia pakai busi ini adalah 20 hingga 30 ribu platinumBusi platinum adalah jenis busi yang memiliki ujung elektroda yang terbuat dari nikel dan bagian center terbuat dari platinum. Berbeda dengan busi standar, pada busi platinum, pengaruh panas yang disalurkan akan lebih kecil dan bisa meningkatkan efisiensi penggunaan bahan resistorBusi resistor adalah jenis busi yang mudah dikenali karena dalam busi ini dapat dijumpai logo huruf R’. Busi ini berfungsi sebagai pelindung perangkat elektoronik digital yang terpasang pada suatu kendaraan dan ECU pada sepeda motor injeksi modern. EIBEN HEIZIERBaca Deretan Negara yang Melarang Pengendara Motor Pakai Sandal Jepit, Sanksinya? Artikel Terkait AHM Gelar Safety Riding Instructors Competition di Cikarang 12 jam lalu Saran Pakar untuk Bawa Anak Berkendara, Jangan Abaikan Keamanan 1 hari lalu Teknologi Airbag Bakal Hadir di Sepeda Motor pada 2025 4 hari lalu Astra Honda Motor - Jasa Raharja Kembangkan Program Edukasi Berkendara 6 hari lalu 2 Penjambret di Pondok Aren Babak Belur Dikeroyok Massa, Curi HP Milik Anak 9 Tahun 16 hari lalu 5 Aturan Bawa Barang di Atas Motor agar Tidak Membahayakan 19 hari lalu Rekomendasi Artikel Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini. Video Pilihan AHM Gelar Safety Riding Instructors Competition di Cikarang 12 jam lalu AHM Gelar Safety Riding Instructors Competition di Cikarang AHM resmi menggelar Safety Riding Instructors Competition tingkat nasional di Cikarang pada 12-15 Juni 2023. Berikut laporan lengkapnya Saran Pakar untuk Bawa Anak Berkendara, Jangan Abaikan Keamanan 1 hari lalu Saran Pakar untuk Bawa Anak Berkendara, Jangan Abaikan Keamanan Pakar tumbuh kembang mengatakan keselamatan anak di jalan raya, terutama saat berkendara, perlu disesuaikan dengan usia. Teknologi Airbag Bakal Hadir di Sepeda Motor pada 2025 4 hari lalu Teknologi Airbag Bakal Hadir di Sepeda Motor pada 2025 Autoliv membuat teknologi airbag untuk sepeda motor yang ditempel di titik tertentu, dan direncanakan hadir pada kuartal pertama 2025. Astra Honda Motor - Jasa Raharja Kembangkan Program Edukasi Berkendara 6 hari lalu Astra Honda Motor - Jasa Raharja Kembangkan Program Edukasi Berkendara Kerja sama ini merupakan komitmen Astra Honda Motor dalam mewujudkan keselamatan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan, khususnya sepeda motor. 2 Penjambret di Pondok Aren Babak Belur Dikeroyok Massa, Curi HP Milik Anak 9 Tahun 16 hari lalu 2 Penjambret di Pondok Aren Babak Belur Dikeroyok Massa, Curi HP Milik Anak 9 Tahun Dua sekawan penjambret babak belur di keroyok massa. Keduanya kepergok saat melakukan aksi pencurian terhadap G seorang bocah berusia 9 tahun. 5 Aturan Bawa Barang di Atas Motor agar Tidak Membahayakan 19 hari lalu 5 Aturan Bawa Barang di Atas Motor agar Tidak Membahayakan Terdapat 5 aturan membawa barang di atas motor. Berikut merangkumnya seperti dilansir dari laman Wahana Honda hari ini, Sabtu, 27 Mei 2023 4 Tips Berkemah Pakai Motor agar Aman dan Nyaman 19 hari lalu 4 Tips Berkemah Pakai Motor agar Aman dan Nyaman Berikut tips dan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pengendara saat berkemah menggunakan sepeda motor, versi Suzuki Koleksi Mobil Gibran yang Dipanggil PDIP Usai Bertemu Prabowo 21 hari lalu Koleksi Mobil Gibran yang Dipanggil PDIP Usai Bertemu Prabowo Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dipanggil PDIP setelah pertemuannya dengan bakal calon presiden Prabowo Subianto. Intip koleksi mobil dia Jangan Pasang Ponsel di Setang Sepeda Motor, Bisa Bikin HP Rusak 24 hari lalu Jangan Pasang Ponsel di Setang Sepeda Motor, Bisa Bikin HP Rusak Getaran yang dihasilkan dari sepeda motor akan tersalurkan ke ponsel dan bisa membuat komponen di dalam ponsel rusak. MV Agusta Bantah Rumor akan Diakuisisi KTM 24 hari lalu MV Agusta Bantah Rumor akan Diakuisisi KTM Sejak November 2022 muncul isu yang menyebutkan bahwa MV Agusta akan diakuisisi KTM.

macam macam busi motor