macam macam busana rumah

Macammacam kain untuk pakaian memiliki karakteristik tersendiri. Mulai dari baju, celana, dress, hingga kerudung, semua bisa menggunakan kain yang berbeda. Cotton biasa digunakan untuk bahan pakaian sehari-hari, seperti kemeja, dan barang-barang rumah tangga, seperti sprei. Linen. Linen adalah kain ringan yang sangat kuat, terbuat dari Macammacam warna coklat yang beragam ini merupakan perpaduan dari warna kuning gelap, merah dan orang. Warna coklat adalah warna yang digemari untuk baju karena warnanya cocok dan bisa dipadupadankan dengan warna lain. Warna coklat ini juga identik dengan warna earth tone. 6 dari 7 halaman. Namun itu semua tetap merupakan pakaian khas pernikahan Jawa Tengah. Meskipun kian kemari kian banyak fashion gaun pernikahan yang bermacam-macam, pakaian adat ini tetap eksis menjadi pakaian yang sakral untuk pernikahan muda-mudi suku Jawa. Lalu, apa saja macam-macam dari pakaian adat pernikahan khas Jawa Tengah. Berikut Istilah“linen” sampai saat ini masih merujuk pada barang-barang rumah tangga tersebut, meskipun mereka tidak selalu terbuat dari kain linen. Bahan ini juga biasa digunakan untuk lapisan dalam jaket. Linen adalah macam kain yang sangat menyerap cairan dan ringan, membuatnya ideal untuk bahan pakaian musim panas. Macammacam Motif Ekonomi. Adapun contoh kegiatan produksi, yakni membeli sembako, membeli pakaian, membeli rumah, kendaraan, dan sebagainya. Kegiatan ekonomi konsumsi dilakukan untuk mengurangi nilai guna barang secara bertahap atau sekaligus, dan memuaskan kebutuhan jasmani maupun rohani. Pelaku kegiatan konsumsi Wo Treffen Sich Singles In Stuttgart. 0% found this document useful 0 votes93 views1 pageDescriptionmateri desain busana rumahOriginal Title3. MATERI BUSANA RUMAHCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes93 views1 pageMateri Busana RumahOriginal Title3. MATERI BUSANA RUMAHJump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial! 100% found this document useful 2 votes469 views18 pagesDescriptionRPP PBI BUSANA RUMAHOriginal TitleRpp Pbi Xi Busana RumahCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes469 views18 pagesRPP Pbi Xi Busana RumahOriginal TitleRpp Pbi Xi Busana RumahJump to Page You are on page 1of 18 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 16 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Mengenal Macam-Macam Bahan Pelengkap atau Garnitur Busana B. Bahan Pelengkap/Garnitur Busana Bahan pelengkap/garnitur busana adalah semua jenis bahan yang digunakan untuk melengkapi suatu busana atau lenan rumah tangga. Menurut fungsinya bahan pelengkap dapat dikelompokkan sebagai berikut 1 Menyempurnakan; sebagai bahan pelapis, pengisi, dan pembentuk antara rambut kuda, spons, fliselin dan bantal bahu. 2 Melengkapi/Menghias, antara lain; a Macam-Macam Kancing b Macam-Macam Pita c Macam-Macam Renda d Macam-Macam Benang e Macam-Macam Bahan Aplikasi a. Benang Benang adalah sebuah serat yang panjang, digunakan untuk pemroduksian tekstil, penjahitan, crocheting, knitting, penenunan, dan pembuatan tambang. Benang dapat dibuat dari banyak fiber sintetik atau alami. Benang dapat dibuat dari beragam fiber alami seperti wol, alpaca, wol Angora, katun, sutra, bambu, hemp, dan soy. Benang yang kurang umum termasuk dibuat dari onta, yak,possum, kucing, anjing, serigala, kelinci, kerbau, dan bahkan bulu ayam kalkun. Benang komersial lebih sering dibuat dari fiber sintetik atau sebuah kombinasi dari fiber sintetik dan alami b. Pita dan renda Pita tersedia dalam beberapa ukuran dan warna. Ada yang lebarnya ¼ cm, ½ cm, 1 cm, 2 cm dan 3 cm. Pita ini juga terbuatdari bahan yang berbeda dengan warna yang beraneka, mulai dari warna perak, emas, dan warna-warna pada umumnya. Pita digunakan sebagai bahan untuk menghias busana, baikbusana anak maupun busana orang dewasa. Pada busana anak, pita umumnya dibuatkan bunga atau bahan untuk ikat pinggang, sedangkan pada busana wanita dewasa atau busana remaja pita bisa dibuatkan sulaman dengan teknik sulaman pita. Renda tersedia dalam aneka bahan dan model. Renda dari bahan katun digunakan untuk menghias busana dari bahan katun pula dan sebaliknya. Renda yang terbuat dari bahan sintetis seperti renda organdi lebih cocok digunakan untuk busana yang berbahan sama dengan renda sehingga terlihat kesatuannya dengan bahan pakaian. c. Kancing Kancing atau buah baju adalah alat kecil berbentuk pipih, dan bundar yang dipasangkan dengan lubang kancing untuk menyatukan dua helai kain yang bertumpukan, atau sebagai ornamen. Selain berbentuk bundar, kancing juga dibuat dalam berbagai bentuk seperti bulat,persegi, dan segitiga. Lubang kancing dibuat dengan melubangi kain dan menjahit pinggirannya dengan jarum tangan atau mesin jahit. Bergantung jenis bukaan, celah lubang kancing dapat dibuat horizontal atau vertikal. Kancing tertahan setelah dimasukkan ke dalam lubang kancing karena jahitan kancing terjerat pinggiran lubang kancing. Bahan yang paling umum untuk kancing adalah plastik keras. Selain itu, kancing dibuat dari bahan-bahan sintetis lainnya seperti seluloid,gelas, logam, dan bakelit, atau bahan-bahan alami seperti tanduk, tulang, gading, kerang, kayu. Letak kancing merupakan bagian dari desain busana. Kancing dapat dipasang di bagian muka tengah kemeja, jas, blus, kebaya, bagian belakang gaun, ujung lengan kemeja dan jas, atau bahu epolet. Pada belahan baju wanita, kancing dipasang di sisi kiri dan lubang kancing di sisi kanan. Sebaliknya, kancing baju pria berada di sisi kanan dan lubang kancing di sisi kiri. Sehelai pakaian umumnya dipasangi kancing-kancing dengan bentuk, ukuran, warna, dan motif yang sama. 1. Macam-macam kancing • Kancing lubang dua, kancing lubang empat Di permukaan kancing terdapat lubang-lubang tempat lewat jalur benang jahitan. Kancing seperti ini dapat dipasang dengan jahitan tangan atau mesin jahit. • Kancing jepret kancing tekan atau kancing hak Kancing jenis ini terdiri dari dua bagian bagian cembung dan bagian cekung. Kedua bagian mengunci bila ditekan, dan terlepas bila ditarik. • Kancing bungkus Kain digunakan untuk membungkus kancing. Lubang untuk jalur benang berada di bagian belakang kancing. • Kancing sengkelit Kancing dipasangkan dengan rumah kancing berupa sengkelit dari lipatan kain. Kain tidak dilubangi untuk lubang kancing sehingga sesuai untuk kain tipis. • Kancing cina Kancing dan rumah kancing dibuat dari simpul-simpul tali kor. d. Zipper ritsluiting Resleting atau zipper rata rata hadir yang merupakan pelengkap busana biar tak terbuka. Benda satu ini kerap diabaikan keindahannya & cuma di lihat dari segifungsinya saja. Padahal, resleting pun sanggup tampil juga sebagaihiasan atau accessories pemanis busana BAB I PENDAHULUAN Busana Rumah sering disebut dengan busana sehari-hari, yaitu busana yang dikenakan untuk kegiatan sehari-hari didalam rumah atau sekitarnya. Busana sehari-hari biasanya digunakan untuk membuat busa rumah antara lain Katun, Lenen rayon, Vicose, Casmere, Spandex, Foile dengan warna yang lembut dan netral ini membuat kita nyaman karena aktifitas di rumah banyak dan juga sebagai tempat beristirahat setelah lelah bekerja. A. Macam-macam Busana Rumah Setiap wanita pasti ingin selalu tampil cantik dimanapun berada baik diluar maupun didalam rumah. Untuk busana yang paling tepat digunakan saat santai adalah daster mungkin bentuk dan jenisnya terlihat sederhana, namun model busana daster wanita masa kini telah mengalami perkembangan yang pesat, sehingga mampu membuat pemakaiannya tetap trendy dan anggun walau dalam keadaan santai. Banyak sekali model yang bisa kita buat dalam pembuatan daster antara lain model daster Kimono daster shantung, daster model baby doll, dster steeveless Model busana santai wanita yang sering dipilih oleh remaja putrid adalah baby doll jenis baju tidur ini cenderung lebih siple dan terbuat dari bahan yang dingin seperti kapas atau katun. Bentuknya juga sederhana karena hanya terdiri dari atasan dan bawahan yang berupa celana kain yang pendek. Kaos sangat cocok dipakai saat udara panas kita tahu bahwa desain kaos sebagai bahan dasarnya. Pada kaos untuk harganya adalah kualitas, merk dagang dan kain sebagai bahan dasarnya. Pada kaos untuk wanita memiliki desain yang lebih banyak ada yang di desain lebih ketat dan menonjolkan lekuk tubuh, ada juga yang dibuat seperti model tank top. Celana pendek yang ditujukan pada wanita desainya lebih beragam dari pada untuk pria, mulai dari panjangnya dibawah lutut, sebatas lutut, dan diatas lutut. Celana ini dibuat dari bergagai kain yang nyaman untuk dipakai seperti rayon, viscone, cashmere dll. BAB II PEMBUATAN BUSANA RUMAH MODEL II BEBE SERUT Daster/Dress adalah salah satu jenis busana rumah yang berupa terusan atau langsungan. Dress sangat mudah dikenakan serta sangat cocok untuk wanita. Dalam praktek pembuatan busana rumah, kami mendapat undian untuk membuat Dress/daster model II yaitu bebe serut dengan variasi model seretan pada bagian lehernya dengan panjang dress ± 5 cm dibawah lutut. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam pembuatan busana rumah Keterangan b. Menerjemahkan dalam bentuk pola a. Making top sample pembuatan contoh awal b. QC Saple Pengendalian mutu contoh b. Spreading Penggelaran/Pembentangan e. QC Cutting Pengendalian Mutu Potong a. Checking component Pemeriksaan Bagian-bagian b. Checking Bundling Pemeriksaan Ikatan c. Layout proses Penempatan alur proses d. Trimming PEmotongan Sisa Jahitan e. QC Sewing PEngendalian Mutu Jahitan a. Ironing Penyetrikaan b. QC Finishing Pengendalian Mutu akhir c. Packing Pembungkusan Pattern making adalah membuat rencana atau rancangan bentuk pakaian, selain itu tugas dari bagian ini adalah membuat dan menggandakan pola serta menyusun panel dalam maker untuk mengoptimalkan efesiensi penggunaan Fabric tahapan dalam pattern making Desain dibuat sesuai dengan yang diberikan oleh guru pembimbing melalui undian, Gambar desain dari dress medel II Bebe Serut adalah sebagai berikut Ukuran yang kami gunakan, mengunakan ukuran / pola standar yaitu ukuran M. ukuran yang diambil Diukur mengelilingi leher dalam keadaan pas pada lekuk leher depan bagian bawah Diukur dari bagian badan belakang melalui ketiak, mengitari payudara dalam keadaan pas ditambah 4 cm Diukur pada bagian pinggang dalam keadaan pas ditambah 2 cm Diukur pada bagian panggul yang terbesar dalam keadaan pas ditambah 4 cm Diukur bawah ketiak melingkar dalam keadaan pas di tambah ± 4 cm Dikur dari batas leher sampai bahu terendah Diukur dar batas pinggang ke bawah sampai Untuk pembuatan pola kami membuat pecah pola dari pola standar ukuran M. berikut adalah gambar dari pecah pola yang kami gunakan Making sampel adalah proses pembuatan pola sesuai dengan desain dan Ukuran. Tahapan dalam pembuatan making sampel sebagai berikut a. Pembuatan pola Pola untuk sampel dibuat pada kertas pola dan digambar dengan menggunakan bantuan penggaris pola b. Alat potong yaitu kain sampel cukup dipotong dengan gunting manual atau mini cutter elektrik c. Alat jahit untuk menjahit sampel digunakan mesin jahit High speed mesin obras, mesin neci. Cutting adalah proses pemotongan kain dalam industry busana umumnya dalam sekali potong memuat beberapa set pakaian. Tahapan yang dilakukan dalam proses pemotongan yaitu Yaitu bagian mengkopi pola sampai pada pembuatan rancangan bahan. Yaitu proses membentangkan kain pada meja potong, dimana jumlah lapisan kain yang kami buat mencapai lima lembarkan cara membentangkan kain yaitu kain diletakan dimeja pola dan diletakkan bertumpukan Adalah proses pemberian tanda pada komponen pola maker yang siap di potong letakan pola yang telah ditas kain dengan menyematkan jarum pentul Adalah proses pemberian nomor dengan urutan saat penggelaran kain Sewing adalah bagian produksi setelah cutting yang melakukan proses pembentkan/penggabungan beberapa pola menjadi suatu produk yaitu dress Tahapan-tahapan dalam proses dress/daster model II Bebe Kerut 1. Membuat tali untuk bagian leher dengan cara memotong kain dengan ukuran 50 x 2 cm lalu jahit bagian tepi kain, bagian baik menghadap bagian sisakn bagian bawah untuk membalik tali dengan hasil jadi lebar ± 1 cm 2. Member fislin pada bagian muka dan belakang bagian atas 3. Satukan pola muka dengan belakang bagian atas 4. Pasang tempat serutan tali dibagian kanan dan kiri leher dengan ukuran lebar 3 cm dan panjang menyesuaikan sisi leher. 5. Pasang tali pada tempat yang telah dibuat, tarik tali hingga membentuk serutan 6. Satukan pola muka bagian badan dengan muka bagian atas 7. Lakukan hal yang sama pada bagian belakang 8. Pasang saku pada bagian muka sebelah kanan 5 cm diatas pinggang 9. Jahit bagian sisi depan dengan bagian belakang lalu obras dengan obras tutup 10. Pasangkan lengan, lalu dineci 11. Kelim bagian bawah dress/daster yaitu dengan kelim tindas Tugas Sewing antara lain 1. Cek komponen, proses mengecek pola yang diterima dari cutting, beberapa komponen sebuah pakaian 2. Cek bendel proses mengecek komponen pakaian 3. Layout mesin menata dan mengurutkan mesin sesuai dengan urutan proses penjahitan 4. Trimming Proses pemotongan benang dari sisa-sisa jahitan 5. QC Sewing PRoses pengecekan mutu pakaian yang sedang proses dan sudah selesai diproses dan siap di transfer ke proses Finishing. Finishing merupakanbagian terakhir dalam pembuatan sebuah produk busana, tugas utama Finishing yaitu memastikan bahwa produk yang akan dikirim dalam keadaan yang baik dan sempurna dari segi mutu, penampilan , dan kesesuaian dengan spesifikasi pengepakan yang telah ditentukan oleh buyer tahapan pada proses finishing yang umumnya dilakukan adalah 1. Bahan baku dalam proses finishing berupa brand label, price tag, di transfer dari store dan dilakukan pencatatan 2. Button hole process menggunakan mesin button hole dimana ukuran lobang disesuaikan dengan kuran yang ditentukan buyer 3. Attach button adalah proses memasang kancing dengan button stitch machine 4. Attach shoulder pad hanya style tertentu yang menggunakan shoulder pad tergantung dari design. Proses ini menggunakan mesin bartack 5. Trimming yaitu pembuangan sisa benang yang masih menempel pada garmen, juga merupakan proses pembersihan kotoran berupa debusisa benang sisa fabrics dengan menggunkaan blower. 6. Metal detector yaitu pendeteksian adanya logam atau komponen yang tidak diinginkan yang membahayakan customer missal penahan jarum jahit. 7. Iroring proses mengemasan pakaian dalam plastic atau dengan penyetrikaan dan selanjutnya di hand tack. 8. QC Finishing Proses pengecekan pakaian sebelum ditransfer ke packing 9. Packing Proses mengemas pakaian dalam plastic atau dengan hanger, juga memberikan aksesoris, pita bunga, solasi, dll. Dalam proses packing dilakukan pemasangan identitas produk yang berupa - Price tag Label harga jual garmen di toko atau ritail - Hang tag memuat merk atau logo perusahaan - Brand label memuat lambing atau logo perusahaan Kemasan dan label dapat dibuat dari bahan f. Bahan lainnya seperti cat/bahan sablon Berikut adalah contoh label yang kami gunakan. Kami member nama produk dress/daster model II tersebut dengan nama “LYMP COLLECTION” gambar label dari “LYMP COLLECTION” Setelah melakukan finishing, proses akhir yang dilakukan adalah pengemasan dan pengepakan produk jadi. Pengemasan merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum produk didistribusikan dan dipasarkan. Pengemasan harus dilakukan dengan baik dan benar karena kemasan akan berpengaruh terhadap kegiatan yang dilakukan setelah proses pengemasan produk selesai pengepakan terdiri dari dua tahap yaitu pengepakan produk atas satuan produk yakni terdiri dari beberapa kemasan atau dalam satuan tertentu seperti dozin lusin atau kodi menjadi satu dalam satu tempat kardus Alat-alat yang dipergunakan proses pengepakan dan pengemasan a. Setrika Dipergunakan pada proses melipat busana yang kan dikemas dan akan memperoleh hasil yang lebih rapi, dan menjadikan waktu penyetrikaan lebih cepat. b. Catakan Yaitu lembaran yang dibuat untuk menentukan besar kecilnya lipatan yang disesuaikan dengan ukuran busana dan ukuran kemasan yang kan dipergunakan cetakan bagian punggung atau bagian belakang busana yang akan dilipat. c. Sealer Adalah alat untuk merekat/menutup kemasan atau untuk membuat kantong dari bahan plastic, dilapisi dengan plastic atau bahan lain yang dapat dilepas ketika kemasan akan ditutup. d. Penunjang yakni alat-alat yang menunjang dalam proses pengemasan dan pengepakan sperti gunting, pisau alat untuk menyegel atau menutup kemasan besar, alat pemasang tali dan penguncinya. Yang digunakan setelah kemasan kecil masuk dalam kemasan besar. BAB III PENUTUP Dalam penyelesaian tugas ini penulis memperoleh banyak ilmu dan pengalaman baru mengenai jahit-menjahit. Kesimpulan dan saran yang dapat penulis ambil adalah sebagai berikut Busana rumah adalah yang dikenakan untuk kegiatan sehari-hari didalam rumah atau sekitarnya. Salah satu jenisnya adalah dress/daster yaitu busana terusan yang sering digunakan diwaktu santai. Proses pembuatan terdiri dari beberapa tahap antara lain Dalam pembuatan dress/daster tersebut diperlukan ketelitian dan ketrampilan dalam menjahit dress/daster adalah saat menyatukan bagian muka atas dengan bagian muka bawah yang menggunakan teknik membalikan kain seperti saat membuat sambungan pada bagian belakang kemeja. Baca juga tentang

macam macam busana rumah